KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melakukan analisa peramalan penjualan tas kerajinan ekspor dengan metode Moving Average di CV Sindocraft. Proses analisa tersebut dilakukan oleh seorang dosen UMKU, Syahrial Aman, S.T., M.T beberapa waktu lalu.
Syahrial mengungkapkan ada beberapa hal yang melatarbelakangi analisa tersebut. Salah satunya, dalam bisnis sebagai produsen, CV Sindocraft telah mampu mengekspor tas kerajinan hingga ke Jepang.
“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu perusahaan tersebut dalam peramalan penjualan, sehingga mampu menganalisa kebutuhan material yang akan dibutuhkan,” katanya.
Ia melanjutkan, analisa peramalan dengan menggunakan metode Moving Average dilakukan dalam dua periode. Periode 1 yakni 3 minggu, dan periode 2 yakni 6 minggu. Dalam melakukan perhitungan nilai akurasi untuk peramalan, Syahrial menggunakan 3 metode.
Pertama, menggunakan metode MAD (Mean Absolure Deviaton), yaitu perhitungan yang digunakan untuk menghitung rata-rata kesalahan mutlak, dengan rumus MAD = Σ |Aktual – Forecast| /n (3).
Dari rumus tersebut dapat diartikan bahwa ∑ | Aktual – Forecast | adalah hasil pengurangan antara nilai aktual dan forecast masing masing periode yang kemudian di absolutekan, dan selanjutnya dilakukan penjumlahan terhadap hasil-hasil pengurangan tersebut. Dan n merupakan jumlah periode yang
digunakan untuk perhitungan.
Kemudian menggunakan metode MSE (Mean Square Error), yaitu perhitungan yang digunakan untuk menghitung rata-rata kesalahan berpangkat, dengan rumus: MSE = ∑ (Aktual – Forecast) 2 / n-1
Dari rumus itu, dapat diartikan bahwa ∑ (Aktual – Forecast) 2 merupakan hasil pengurangan antara nilai aktual dan forecast yang telah dikuadratkan, kemudian dilakukan penjumlahan terhadap hasil-hasil tersebut. Dan n merupakan jumlah periode yang digunakan untuk perhitungan.
Metode ketiga, MAPE (Mean Absolute Percent Error), merupakan perhitungan yang digunakan untuk menghitung rata-rata persentase kesalahan mutlak, dengan rumus : MAPE = ∑ (| Aktual – Forecast | / Aktual) *100 / n
Dari rumus itu, dapat diartikan bahwa ∑ (| Aktual – Forecast | / Aktual) merupakan hasil pengurangan antara nilai aktual dan forecast yang telah di absolute-kan, kemudian di bagi dengan nilai aktual per periode masing-masing, kemudian dilakukan penjumlahan terhadap hasil-hasil tersebut. Dan n merupakan jumlah periode yang digunakan
untuk perhitungan.
“Semakin rendah nilai MAPE, kemampuan dari model peramalan yang digunakan dapat dikatakan baik, dan untuk MAPE terdapat range nilai yang dapat dijadikan bahan pengukuran mengenai kemampuan dari suatu model peramalan,” ungkapnya.
Setelah dilakukan serangkaian penelitian, Fahrizal akhirnya mendapatkan hasil dari analisa peramalan penjualan tas kerajinan ekspor dengan metode Moving Average di CV Sindocraft.
Hasilnya, dari periode 1 didapatkan jumlah penjualan sebesar 500 tas dengan tingkat nilai eror kesalahan MAD sebesar 77,4, MSE sebesar 9137,8 dan MAPE sebesar 0,17.
Sedangkan dalam periode 2 hasil peramalan sebesar 520 tas dengan tingkat nilai eror kesalahan MAD sebesar 51,4 , MSE sebesar 7256 dan MAPE sebesar 0,14.
“Berdasarkan nilai MAD, MSE dan MAPE yang paling mendekati nol dari kedua periode tersebut dipilih peramalan menggunakan periode 2,” katanya.
“Sehingga dalam penjualan produk ekspor dapat meramalkan kebutuhan material kualitas ekspor untuk minggu bulan April 2022 selanjutnya sebesar Rp. 11,745.000,” lanjutnya.
Menanggapi hasil penelitian tersebut, Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes menyampaikan apresiasinya. Pihaknya berharap, hasil penelitian salah satu dosen UMKU itu dapat bermafaat bagi banyak orang.
Sebagai informasi, publikasi penelitian ini menjadi bagian dari kampanye sains dan teknologi yang didukung oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemendiktisaintek, melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek) yang diterima UMKU. (NR)



