UMKU Dampingi Peternak Kambing Gondosari, Hadirkan Teknologi Pemeras Susu Otomatis untuk Cegah Stunting

Kudus – Persoalan stunting menjadi salah satu perhatian serius tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Melalui inovasi teknologi tepat guna dan pendampingan usaha, tim dosen dan mahasiswa UMKU berkolaborasi dengan peternak kambing untuk meningkatkan produksi susu sebagai alternatif pemenuhan gizi masyarakat.

Program ini digagas oleh dosen UMKU, yaitu Arief Adi Saputro, Yunita Rusidah, dan Annisya Lutfi Septanti, serta didukung oleh tiga mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Laboratorium Medis. Mereka bermitra dengan Makmur Jaya Farm, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Ketua tim, Yunita Rusidah, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari keterbatasan teknologi pemerahan yang masih manual, sehingga produksi susu kambing rata-rata hanya mencapai lima liter per hari. “Kami juga melihat manajemen usaha yang belum profesional,” terangnya.

Melalui program yang didanai oleh Kemendiktisaintek 2025, tim UMKU memberikan serangkaian pendampingan mulai dari sosialisasi, analisis kebutuhan, hingga pelatihan teknis. Inovasi utama yang dihadirkan berupa mesin pemerah susu otomatis berbahan stainless steel berkapasitas lima liter, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemerahan hingga 80 persen.

Selain itu, tim juga memberikan pelatihan manajemen usaha berbasis pencatatan keuangan digital, higiene pemerahan dan pengelolaan pakan, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce. “Hasil sementara menunjukkan mitra sudah mulai menerapkan pencatatan keuangan digital dan menyiapkan konten promosi produk,” tambah Yunita.

Menariknya, masyarakat Desa Gondosari juga dilibatkan dalam kegiatan ini, khususnya dalam pelatihan higiene pemerahan dan pemasaran digital. Dengan begitu, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi susu kambing, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha peternak.

“Kami berharap kehadiran teknologi tepat guna berupa mesin pemerah susu otomatis ini dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 80 persen, menghadirkan susu kambing yang lebih higienis sebagai alternatif gizi masyarakat, serta menjadi upaya nyata dalam pencegahan stunting,” jelas Yunita.

Lebih jauh, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat, mendukung program ketahanan pangan nasional, serta sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Bagikan ke :

WhatsApp
Telegram
Facebook
Threads
Email
X