Dosen UMKU Berhasil Identifikasi Potensi Ekstrak Kopi sebagai Antioksidan

Proses ekstrasi kopi sebagai antioksidan yang merupakan penelitian tim dosen UMKU, Bintari Tri Sukoharjanti, M. Farm. (dok. Humas-Admisi UMKU)

KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) berhasil mengidentifikasi potensi ekstrak kopi (Coffe sp.) sebagai antioksidan. Hal tersebut merupakan hasil penelitian oleh dosen UMKU, Bintari Tri Sukoharjanti, M. Farm.

Bintari menjelaskan, latar belakang penelitian yang dilakukan, karena kopi merupakan komoditas global. Kemudian, kopi juga menjadi minuman paling digemari di dunia, terutama di Indonesia.

Selain itu, tanaman kopi pun menjadi komoditas perdagangan terpenting setelah minyak bumi. Tahun 2020, Indonesia menempati posisi keempat produsen kopi dunia.

“Pada tahun 2022, produksi kopi Indonesia 794,8 ton dan 67 persen produksi kopi diekspor ke pasar Internasional,” ungkap Bintari terkait latar belakang melakukan ekstraksi kopi.

Lebih lanjut, antioksidan berguna untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, serta mencegah penyakit degeneratif seperti kanker, autoimun, hingga penyakit jantung.

Untuk itu, Bintari mencoba melakukan penelitian dengan melakukan ekstraksi tanaman kopi sebagai antioksidan.

Dalam melakukan penelitiannya, Bintari menggunakan metode desain Systematic Literature Review (SLR).

Sumber data yang digunakan dari Jurnal di Google Scholar, ScienceDirect, dan IOPScience. Lalu menggunakan alur seleski PRISMA (Preferred Items for Systematic Reviews and Meta-analyses).

“Kopi mengandung zat bioaktif senyawa utama asam klorogenat (5-0-caffeoyl-quinic acid; CGA). Asam klorogenat adalah hasil esterifikasi dari asam kafeat dan asam kuinat,” jelas Bintari.

Ia mengungkapkan, asam klorogenat memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai antioksidan, antiinflamasi, kardiprotektif, antikarsinogenik, antiobesitas, antidiabetes, antifungi, antivirus, hingga antibakteri.

Kemudian dalam melakukan ekstrak kopi, Bintari menggunakan metode ekstraksi Maserasi. Menurutnya, menggunakan metode ini memiliki kelebihan sederhana, tidak menggunakan pemanasan, dan mencegah penguraian zat aktif.

Saat melakukan ekstraksi kopi dengan metode Maserasi, Bintari menggunkan pelarut berbahan kloroform, etanol 96 persen, etanol 99 persen, dan aquadest panas.

Sedangkan dalam melakukan pengujian antioksidan, ia menggunakan metode DPPH. Yaitu metode pengujian yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan suatu senyawa atau ekstrak, dengan prinsip mereduksi radikal bebas DPPH yang berwarna ungu.

“Metode DPPH ini banyak digunakan untuk pngujian antioksidan, karena lebih efektif dan efisien. Lalu dapat digunakan untuk sampel padat maupun cair,” ungkapnya.

“Metode uji DPPH juga bisa mengukur kapasitas antioksidan sampel secara keseluruhan, hingga dapat mengetahui reaksi penangkapan hidrpgen oleh DPPH dari zat antioksidan,” lanjut Bintari menjelaskan.

Setelah dilakukan rangkaian proses penelitian, Bintari menemukan faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan dalam kopi.

Berkaitan dengan kepolaran pelarut, tingkat roasting (peningkatan roasting dapat menurunkan antioksidan), iklim dan ketinggian tempat tanam, derajat kematangan biji kopi, serta degradasi asam klorogenat saat pemanggangan.

Dengan melakukan ekstraksi kopi sebagai antioksidan bisa dimanfaatkan sebagai bahan aditif produk makanan, memperpanjang umur simpan produk, dan pengembangan terapi melawan infeksi bakteri.

“Kesimpulannya, ekstrak kopi teridentifikasi mengandung senyawa fenolik alami yang bermanfaat bagi tubuh. Dapat diperoleh menggunakan metode maserasi, dan memiliki potensi besar sebagai antioksidan karena mengandung senyawa asam klorogenat,” ungkap Bintari terkait hasil penelitiannya.

Di sisi lain, Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes mengapresiasi hasil penelitian yang dilakukan dosen UMKU tersebut. Pihaknya berharap, penelitian tersebut dapat bermanfaat bagi banyak orang.

“Kami sangat mengapresiasi hasil penelitian ekstraksi kopi sebagai antoksidan, semoga hasil penelitiannya dapat bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Rektor UMKU. (NR)

Bagikan ke :

WhatsApp
Telegram
Facebook
Threads
Email
X