Penelitian Dosen UMKU Buktikan Lip Balm Ekstrak Buah Bit Stabil dan Mampu Tangkal Sinar UV

Hasil produk lip balm ekstrak buah bit yang diteliti oleh dosen UMKU. (dok. Humas-Admisi UMKU)

KUDUS — Buah bit (Beta vulgaris L.) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, betasianin, hingga betaxantin (vulgaxantin I) yang bermanfaat sebagai pewarna alami hingga penangkal radikal bebas.

Dari situ, dosen Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), apt. Emma Jayanti Besan, S.Farm., M.Farm., melakukan penelitian terkait pengembangan sediaan lip balm (pelembab bibir) berbasis ekstrak buah bit.

“Tujuan penelitian ini untuk menganalisis stabilitas fisik lip balm dan penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) dari ekstrak buah bit,” ungkap Emma.

Dalam melakukan penelitian eksperimental ini, Emma membuat lip balm dengan tiga formula ekstrak buah bit konsentrasi berbeda, yaitu F1(5%), F2(10%), dan F3(15%) serta menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70 persen.

Ia menjelaskan, sediaan lip balm yang ada kemudian dilakukan uji mutu fisik, meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, dan uji pH. Setelah itu dilakukan penentuan nilai SPF dengan metode in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis.

Data uji pH dan nilai SPF dianalisis menggunakan metode Kruskal Wallis untuk melihat pengaruh konsentrasi ekstrak.

“Berdasarkan uji Kruskal Wallis, didapatkan hasil bahwa konsentrasi ekstrak buah bit berpengaruh terhadapat uji mutu fisik dan penentuan nilai SPF sediaan lip balm. Hasil uji organoleptik ketiga formula memenuhi kriteria, dan uji homogenitas ketiga formula homogen,” ungkapnya.

Selanjutnya, hasil uji pH ketiga formula memiliki rentang stabil pH-5 dan memenuhi syarat. Nilai SPF F1(5%) 1,47 F2(10%) 2,80 F3(15%) 2,96 formula F2 dan F3 memenuhi syarat SPF 2-4(Minimal).

“Ketiga formula memenuhi spesifikasi dan stabil uji mutu fisik pada masa simpan 14 hari,” kata Emma.

Dari penelitian yang dilakukan, Emma menyimpulkan bahwa ketiga formula sedian lip balm memenuhi spesifikasi uji stabil mutu fisik pada masa simpan 14 hari, meliputi uji organoleptiknya, uji pH, dan uji homogenitas.

“Perbedaan konsentrasi dapat mempengaruhi hasil penentuan nilai SPF, semakin besar jumlah kadar ekstrak yang ditambahkan, maka nilai SPF-nya, semakin tinggi,” terangnya.

Nilai SPF tertinggi didapat pada formula 3 dengan kadar yang digunakan dalam sediaan sebanyak 15% dan menunjukan nilai SPF 2,96 masuk dalam kategori SPF minimal.

Ketiga sediaan formula dapat diketahui karakterisik fisiknya dari hasil uji organoleptik yang memenuhi syarat, yaitu tidak ada perubahan warna, bau, dan tekstur. Serta dengan hasil uji pH rentang pH 5.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes menyampaikan apresiasinya. Pihaknya berharap, hasil penelitian salah satu dosen UMKU itu dapat bermafaat bagi banyak orang.

Sebagai informasi, publikasi penelitian ini menjadi bagian dari kampanye sains dan teknologi yang didukung oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemendiktisaintek, melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek) yang diterima UMKU. (NR)

Bagikan ke :

WhatsApp
Telegram
Facebook
Threads
Email
X